Mendang Mending Mandang Fisik — Cerpen


Mendang Mending Mandang Fisik

Oleh: Ainuen Nadhifah


“Aku bisa jatuh cinta padamu meski kamu koruptor, perampok, begal bahkan pembunuh sekalipun. Asalkan kamu memiliki fisik yang aku inginkan.”


Disentuhnya pipi wanita yang baru saja diamuk massa karena mencuri makanan dari penjual di pinggir jalan. 


Dia tampak lusuh, kotor, dan miskin. Itu tidak masalah, selagi fisiknya seperti yang ia cari, maka ia sudah sangat bisa dibuat jatuh cinta.


Wanita itu tak kalah gila. Dia juga merasakan cinta pada pandangan pertama pada pria tampan itu. Sungguh, wajahnya sangat tampan sampai-sampai kisah zaman dulu dimana ada sekelompok wanita yang sulit membedakan mana apel dan tangan untuk dikupas terasa menimpa padanya juga di zaman modern ini. Ia kebingungan harus menggigit apel yang baru ia curi atau menggigit ujung-ujung kuku tangannya.


Singkat cerita, mereka pun dekat, lalu beberapa minggu setelahnya memutuskan terikat pada sebuah hubungan tidak serius. Hanya sekadar menjadi sepasang kekasih, bukan suami istri.


***


Seorang pria tampan tiba-tiba menginjak remnya. Ban mobil berdecit lalu membentuk jejak hitam di aspal. Hampir saja aspal ini dilelehi genangan darah.


Pria tampan itu segera keluar mobil, mengecek kondisi seseorang yang meringkuk pasrah menutup telinganya di depan mobilnya.


“Kamu tidak apa-apa, Nona?” 


Gadis itu membuka dekapan telinganya. Terlihat senang ternyata masih hidup, dia juga tampak kagum dengan sesuatu yang ada di depannya.


“Kupikir aku benar-benar sudah meninggal.”


“Ahh.” Pria itu mengurut pangkal hidungnya pelan. Dia menemukannya lagi, dia jatuh cinta lagi.


Pria itu mengambil ponselnya, mengetikkan beberapa kata, “Mari putus, maafkan aku. Aku menemukan seseorang yang lebih baik fisiknya darimu.” Pesan ini dikirim pada kekasihnya di sana.


Setelah mengutarakan itu, dia tak menahan diri lagi. Pria itu melakukan pendekatan sedemikian rupa. Melihat bahwa wanita yang ia incar juga sama-sama tertarik, jadilah mereka menjadi semakin dekat.


Beberapa bulan berlalu, mereka menjalin kasih yang manis. Tidak ada pertengkaran, tidak ada hal-hal yang mengganggu, damai-damai saja, tapi tiba-tiba kejadian itu datang lagi. Si pria menemukan seseorang yang lebih baik fisiknya, yang mendekati idealnya, dan dia memutuskam kekasihnya yang baru beberapa bulan itu.


Tidak sulit memikat hati wanita baru. Dalam 2 minggu, dia bisa mengubah status mereka dari orang asing menjadi sepasang kekasih.


“Tahi lalat di bawah mata kananmu… aku sungguh menyukainya.”


Kekasih barunya itu tersipu malu. “Kenapa? Apa itu terlihat cantik?”


Pria itu mengangguk, “Sangat,” ucapnya dari dasar hatinya terdalam.


Namun sayang sekali, setelah 5 bulan menjalin hubungan, mereka harus putus lagi karena si pria tampan menemukan pengganti yang jauh lebih baik.

***


Dia bertemu wanita itu di toko buku. Dia memperhatikannya dari jauh, dari samping ia melihat betapa cantik gadis itu. Hidungnya yang mancung, ukuran pipi yang pas, bibir bawah yang tebal, lalu saat didekati ia bisa melihat ada tahi lalat kecil di bawah mata gadis itu pada sebelah kanan.


Hampir sama dengan kekasihnya yang beberapa menit lalu ia putuskan, milik kekasihnya yang dulu ukurannya agak besar, sementara yang ini lebih kecil. 


Dia mengajaknya berkenalan, wanita itu agak selektif dalam memilih pasangan. Tidak tertipu hanya karena fisik, tapi karena dia berpikir, “Tidak ada orang brengsek yang suka baca buku.” Jadilah dia menerima laki-laki itu begitu saja.


Mereka jadian setelah 2 bulan melakukan pendekatan.


Tapi lagi dan lagi, 1 tahun setelahnya si pria mengajak putus secara tiba-tiba. Alasannya sama, karena dia menemukan sosok yang lebih ia anggap sempurna.


“Wanita dengan fisik yang benar-benar aku cintai.”


Ini terjadi sampai 6 kali, dan gadis ketujuh, adalah gadis terakhirnya dari permainan ini. Dia menikahi gadis itu, gadis yang menurutnya memiliki fisik yang sempurna seperti yang ia cari selama ini.


***


Acara pernikahan itu berjalan meriah. Banyak yang diundang, termasuk mantan-mantan dari pria tampan itu. 


Dia berjalan di altar sembari menggandeng gadisnya. Senyumnya mengembang sepanjang jalan. Dia berbisik pula di telinga calon istrinya, beetanya, “Apa kamu percaya reinkarnasi?”


Yang mana pertanyaan itu memperoleh gelengan kecil. 

“Itu hanya dongeng, Sayang.”


Pria itu tersenyum lebar, “Tidak. Itu benar-benar ada, buktinya kamu di sini sekarang, Adelina.”


Kening calon istrinya berkerut. “Adelina? Siapa itu? Selingkuhanmu?”


“Bukan. Itu kamu.”


“Aku Bianca.”


“Iyaa aku tahu.”


Meski kebingungan, tapi ia mengakhirinya dengan senyuman karena Pastor telah menanti kedatangan mereka. Lalu terjadilah pengikatan ikrar suci pernikahan di hadapan Tuhan dan para tamu. 


Salah keenam tamu tersebut, ada mantan-mantan pria tampan itu. Mereka masih kesal dengan hubungan mereka dulu, yang dengan seenaknya diakhiri tanpa persetujuan kedua belah pihak. Tapi uniknya, setelah datang ke acara pernikahan ini, kekesalan itu hilang begitu saja.


Apalagi saat satu per satu dari mereka menemukan seseorang yang mirip dengannya. Keenam wanita itu berkumpul sekarang, saling mengobrol dan mereka berenam tahu fakta bahwa mereka adalah mantan dari pria yang kini telah menikah.


“Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan 6 orang yang mirip denganku di tempat ini,” ucap wanita yang dulu pernah menjadi kekasih pria yang berdiri di altar tersebut.


“Iyaa, tapi kita tidak 100% mirip, tapi mirip. Aahh, pokoknya begitu lah. Hahaha.”


“Kamu punya tahi lalat di bawah matamu, aku tidak punya,” timpal wanita yang lain.


“Aku punya. Tapi sebelah kiri.”


“Hmm, bibir kita tidak begitu sama. Punyaku sedikit tipis.”


“Iyaa, perbedaannya tipis sekali, tapi kita mirip.”


“Tapi coba lihat wanita itu, yang menjadi istri sah mantan kita.” Sambil menunjuk wanita yang berciuman dengan si tampan.


Kalau boleh dibilang, dia bukan wanita paling cantik di dunia, ada ratusan juta wanita yang lebih cantik. Dia juga mirip dengan mereka. Membuat 6 wanita itu semakin heran. 


“Padahal saat memutuskanku, dia mengatakan telah menemukan wanita yang fisiknya lebih bagus atau sempurna.”


“Iya, tapi kenapa dia berkencan dengan wanita yang tidak jauh berbeda dengan wanita yang dia pacarin dulu.”


“Pria aneh.”


6 wanita itu tertawa, membenarkan. Sementara 1 wanita lagi tersenyum bahagia. Dia pemenang dari 7 kontestan yang ada–dirinya termasuk dalam hitungan. Dia tidak terlalu mempermasalahkan obrolan kecil tadi. Yang penting dia bisa memiliki pria tampan ini. Jadi sebenarnya, siapa yang memandang fisik?


Terlepas dari itu, sebenarnya ada 8 kontestan. Bukan 7.


Tamat


Catatan Penulis


Saya gak percaya reinkarnasi, karena setelah mati kita ada di akhirat. Adapun mitos lain, kalau di hidup kita, kita punya 7 orang kembaran. 


Sebenarnya dari cerita ini pengen saya tunjukin soal betapa dalamnya cinta si pria kepada Adelina. Tapi kenapa saya buat dia semudah itu jatuh cinta kepada orang? Bahkan 7 kali merasakan cinta pada pandangan pertama.


Jawabannya karena fisik.


Saya pribadi merasa, seseorang yang memiliki fisik yang sama dengan seseorang yang saya cintai mati-matian terasa lebih mudah untuk bikin saya jatuh cinta. Apalagi buat orang yang sulit jatuh cinta atau yang pernah klaim hatinya sudah mati rasa. Jatuh cinta karena fisik, seperti jalan keluar.


Tapi sejujurnya efek ketertarikan ini cuma bertahan sementara. Tapi di dunia fiksi ini, pengen saya buat berlebih-lebihan, bahkan sampai memaknainya sebagai reinkarnasi dari orang tercinta.


Ops, tapi gimana nih? Kisah-kisah reinkarnasi dari cerita yang pernah saya baca, bukan melulu soal kemiripan fisik. Tapi ada juga yang sifat.


Jatuh cinta ke fisik, bener-bener kayak gak layak jadi alasan suka seseorang. 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *