Makna Lagu The Most Beautiful Thing, Jatuh Cinta dengan Calon Jodoh

the most beautiful thing by bruno major


Lagu ini membuat saya jatuh cinta tanpa merasa sakit. Lagu yang mungkin akan sangat relate pada seseorang yang sampai sekarang tidak menyukai siapa-siapa, tidak naksir siapa-siapa dan tidak memiliki bayangan masa lalu bersama siapapun.


Lagu yang indah dan sehat. Saat mendalami makna lagu, bikin makin dan makin jatuh cinta. Berikut adalah makna lagu The Most Beautiful Thing yang dinyanyikan Bruno Major.


Makna Lagu The Most Beautiful Thing by Bruno Major


Lagu ini menceritakan tentang perasaan jatuh cinta kepada seseorang yang tidak diketahui siapa. Dia hanya jatuh cinta pada seseorang yang kelak akan menjadi jodohnya. Padahal belum tahu nama, bentuk wajah, tinggi badan, dan lain-lain, tapi dia sudah jatuh cinta duluan.


Lirik yang paling saya suka adalah saat Bruno mengatakan dia gak tahu ‘dia’ siapa–seseorang yang dipercaya kelak bakal jadi jodoh dia. Setiap datang ke restoran atau bar, dia selalu menyisakan satu kursi di sebelahnya. 


Waiter atau pelayan yang melihat itu menyimpulkan ada seseorang yang ditunggu Bruno. Tapi orang itu gak juga datang. Bruno cuma bilang, “Dia ada di ujung jalan sana.” Terus meyakinkan pelayan bahwa orang yang akan duduk di sebelahnya itu pasti datang.


Pelayan menertawakannya, dan saya juga ngetawain kamu Bruno, kamu gemesin banget serius. 


Tapi sadar atau enggak, kebanyakan orang yang lagi menunggu jodohnya, termasuk kamu yang sedang membaca tulisan ini, saya yakin sedang ngelakuin apa yang dilakukan Bruno sekarang. Bukan nyimpen tempat duduk bangku di sebelah dia duduk saat datang ke restoran, tapi bentuk penantian lain yang jauh lebih besar dan berkorban: 


Seperti ini:


  • “Aku jaga kesucian aku buat calon suami/istriku yang gak aku ketahui siapa dia.”

  • “Aku udah nabung dan beli rumah buat calon istri/suamiku yang entah siapa.”

  • “Aku pengen belajar masak, biar calon suamiku bisa hemat keuangannya karena makanan yang sudah jadi lebih mahal daripada makanan mentah.”

  • “Aku bakal jaga hatiku dengan gak terpikat kepada pria/wanita lain agar cintaku sepenuhnya cuma buat calon suami/istriku nanti.”

  • “Aku gak mau punya mantan, biar calon suami/istriku gak cemburu karena tahu aku pernah menyukai orang lain di masa lalu.”


Bayangin, kamu mau beli rumah, terus ditanyain sama agen properti, “Mau beli rumah buat siapa, Pak?”


Terus kamu jawab, “Buat istri saya, Pak.” 

Agen properti tanya lagi, “Ohh, sudah menikah ya, Pak.” 

Kamu jawab, “Belum, Pak. Saya aja masih jomblo.”


Contoh lainnya, seorang wanita ketemu laki-laki tampan di jalan. Dia jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi dia langsung kubur perasaan itu karena kamu lagi jaga hati ke pria yang akan menjadi suamimu kelak. Siapa? Gak tahu. Bisa jadi pria itu, tapi semuanya tetap terasa semu kalau perasaan cinta tumbuh sebelum ikatan pernikahan datang. 


Saya kasih saran, jangan jatuh cinta sebelum menikah. Jangan gunakan hati dulu, tapi logika. Pikirin, dia layak atau tidak menjadi suami/istri kamu, dari pandangan agama, karier, sifat, minus plusnya. Barulah setelah menikah kamu belajar jatuh cinta.


Mempersiapkan diri dengan keadaan terbaik untuk menyambut jodoh. This is the most beautiful thing in this world. Hampir nangis aku.


Entah siapapun kamu yang saya sebut ‘calon jodoh’, maaf karena tidak bisa menjaga diri dengan begitu sempurna. Saya sudah menyediakan satu kursi di hati, saya menunggu kamu duduk di sana dan menjadi bagian dari hidup saya. 


Saya gak bisa memamerkan hal ini ke waiter karena saya jarang keluar rumah. Pokoknya saya pastikan, hanya ada satu kursi dan hanya kamu yang bisa mendudukinya. Saya mencintaimu… seseorang yang entah siapa. Someone who doesn’t even exist.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *